| 1. | Adanya Taqwa Individu : Syarat dikatakan Taqwa harus bebas dari Syirik
| ||||||
| 2. | Al Masyair : Melepaskan diri dari semua bentuk Kufur | ||||||
| 3. | Qonaah : Hanya mau diatur oleh atutan Alloh saja |
Kamis, 26 Agustus 2010
Hukum islam akan Tegak Syaratnya
Aturan Islam
Aturan Islam adalah:
Suatu aturan yang diturunkan Alloh melalui Rasulnya yaitu : Risalah islamiyah yang didasarkan atas Tauhid dan tidak pernah mengambil Tuhan selain Alloh dan tidak pernah mengambil Undang-undang selain Undang-undang Alloh
Rabu, 18 Agustus 2010
Mengenal Islam
Susunan agama ada tiga yaitu Islam, Iman dan Ihsan.
Islam terdiri dari
1. Agama : Spiritual
2. Idiologi : Aqidah
3. Hukum : System
4. Negara : Pelaksana - Penguasa
Agama Islam adalah menyerahkan diri secara totalitas hanya kepada Allah semata dengan Tauhid dan tunduk kepadaNya dengan ketaatan serta dengan Tauhid dari segala bentuk syirik dan pelakunya dengan ikhlash.
QS. Ali Imran : 19
"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya."
[189]. Maksudnya ialah Kitab-Kitab yang diturunkan sebelum Al Quran.
QS. Al Maa'idah : 83
"Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s.a.w.). "
Rukun-rukun Islam :
(menurut Hadist)
Umar ibnul-Khaththab berkata, “Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah pada suatu hari, tiba-tiba datang seseorang yang sangat putih bajunya, sangat hitam rambutnya, dan padanya tidak terlihat bekas perjalanan, juga tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalnya. Hingga orang tersebut duduk kepada Nabi saw., dan selanjutnya ia menempelkan kedua lututnya kepada lutut Rasulullah, dan meletakkan kedua telapak tangannya ke kedua paha Rasulullah berikutnya ia berkata, “Muhammad, beritahukan kepadaku apa itu Islam?’ Rasulullah menjawab, Yaitu bersyahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, memberikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji jika mampu.’ Orang itu berkomentar, ‘Engkau benar.’ Mendengar komentarnya itu kami merasa heran, karena dia bertanya tapi kemudian dia sendiri yang membenarkan jawaban atas pertanyaan itu.
>> Selengkapnya ...
Catatan :
Islam yang dikenal di indonesia ini pada umumnya adalah islam yang berdasarkan adat istiadat daerah atau wilayah. Sepertinya pada faktanya kita ambil contoh antara praktek ajaran islam di daerah sunda tentu ada beberapa perbedaan dengan praktek ajaran islam di daerah jawa, belum lagi antara di jakarta dengan di bali dan masih banyak contohnya bisa dicari tahu sendiri.
Sedang ketika mereka ditanya mengenai hal-hal/kegiatan yang pada umumnya dilakukan dan menurutnya itu islami, bahwa darimanakah hal itu berasal, adakah contohnya dari Rasulullah dan para Shahabat, mana Hadistnya, apakah hadistnya Shahih atau Dhaif. Lalu terkadang menjawab ini dengan kami dapati orang-orang tua kami terdahulu melakukannya, padahal tidak menutup kemungkinan bahwa yang terdahulu pun ada yang benar dan ada yang salah dan mayoritas yang benar itu jauh lebih sedikit. Bagaimana kita bisa tahu ? yaitu dengan mencari tahu belajar, bertanya dan membaca tentunya dengan referensi yang benar pula karena jika itu dilakukan namun referensinya salah maka akan tersesat juga dan jauh dari kebenaran.
Padahal ajaran Islam yang benar adalah apa pun itu harus sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah (Al Quran) dan apa yang ditunjukan oleh Rasulullah (Sunnah).
Contoh hal kecil yang bisa kita lihat untuk mengetahui apakah di suatu daerah itu penduduknya paham Al Quran & Sunnah, jika kita memasuki masjid di daerah tersebut maka kita lihat barisan/shaf dalam shalat berjamaah apakah shafnya lurus dan rapat (antara satu dengan yang lainnya kaki/mata kaki bertemu dengan kaki/mata kaki, bahu bertemu dengan bahu) atau tidak. Padahal dalam shalat tidak hanya itu yang perlu diperhatikan masih ada yang lain seperti bagaimana posisi kitika ruku, tangan & kaki ketika sujud dan sebagainya, Jika hal kecil itu saja tidak diperhatikan maka bagaimana dengan hal yang amat sangat penting dari itu yaitu Aqidah ( Tauhid / Kandungan makna syahadat Laaillaaha illallah) dan hal ini pula yang menentukan dia kekal tidaknya di dalam neraka atau menjadi penghuni surga.
....... * masih berlanjut*......
[Silahkan untuk menambahkan isi pembahasan atau menambah komentar untuk berdiskusi]

