Tampilkan postingan dengan label Rincian Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rincian Tauhid. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Agustus 2010

Tanda Cinta pada Allah

  • Mengutamakan apa yang dicintai Alloh dari pada apa yang dimurkai Alloh.
  • Mengadakan loyalitas terhadap orang yang berloyalitas pada Alloh dan berlepas diri dari orang-orang yang tidak loyalitas pada Alloh.
  • Memutuskan hubungan dengan sesuatu yang dimurkai oleh Alloh

Syarat Syahadat Muhammad Rasulullah

  1. Mengakui kerasulannya dan meyakini Risalahnya di dalam Hati
  2. Mengucapkan dan mengikrarkan keyakinan tersebut dengan Lisan
  3. Mengikuti dengan jalan beramal dengan kebenaran yang telah diterangkan / dibawa Rasul dan meninggalkan kebathilan yangt elah dicegah / dilarangnya
  4. Membenarkan segala apa yang Rasul beritakan / kabarkan, yaitu perkara Ghaib baik yang sudah lewat / lalu maupun yang akan datang
  5. Mencintai Rasul melebihi cintanya pada diri sendiri, harta, anak, orangtua dan seluruh umat manusia
  6. Mengutamakan / mendahulukan ucapan / sabda Rasul atas segala pendapat dan ucapan orang lain / siapa pun serta mengamalkan sunnahnya

Macam-macam Gembong Thoghut

  1. Syaithan - Iblis
  2. Penguasa yang zholim yang merubah System dan Aturan Alloh.
  3. Hakim yang memutuskan perkara tidak dengan Hukum Alloh
  4. Orang yang mengetahui masalah Ghaib / (Paranormal / Dukun)
  5. Orang yang minta disembah-sembah selain Alloh

Syarat-syarat Laailaaha illallaah

Kunci syurga itu punya gigi dan gigi kunci itu adalah syarat-syarat Laailaahaillallaah
  1. Dengan 'Ilmu (mengetahui), yang menafikan jahl (kebodohan)
  2. Yaqin (yakin), keyakinan yang menghilangkan syak (keraguan)
  3. Qabul (menerima) konsekuensi kalimat Laaillaahaillallah dengan Hati dan Lisan untuk menghilangkan sifat radd (penolakan) atas konsekuensinya.
  4. Inqiyad (tunduk/patuh) pada apa yang terkandung di dalamnya dan tark (meninggalkan) apa yang dilarangNya
  5. Shidq (jujur), harus jujur dan benar dan menghilangkan kadzib (kedustaan)
  6. Ikhlas yang menghilangkan kesyirikan dan memurnikan amal perbuatan dari berbagai noda kesyirikan dengan niat yang sholeh
  7. Mahabbah (kecintaan/mencintai) kalimat Laaillaahaillallah dengan apa yang dikandungnya dan mencintai orang-orang yang memiliki, mengamalkan serta menghilangkan baghdha (kebencian) atas kandungannya
  8. Mengkufuri apa-apa yang diibadahi selain Allah dari kalangan Thoghut yaitu : Ilah-ilah, tandingan-tandingan selain Alloh dan al arbab.

Rukun Syahadatain

La ilaha illallah mempunyai dua rukun:

  1. An-Nafyu atau peniadaan: La ilaha membatalkan syirik dengan segala bentuknyadan mewajibkan kekafiran terhadap segala apa yang disembah selain Allah.
  2. Al-Itsbat penetapan: Illallah menetapkan bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan mewajibkan pengamalan sesuai dengan konsekuensinya.
Makna dua rukun ini banyak disebut dalam ayat al Qur'an , seperti firman Allah :

"Karena itu barang siapa ingkar kepada Thoghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat ..." (QS. Al-Baqarah: 256)

Firman Allah, "Siapa yang ingkar kepada Thaghut" itu adalah makna dari La ilaha rukun yang pertama. Sedangkan firman Allah, "dan beriman kepada Allah" adalah makna dari rukun kedua, Illallaah. Begitu pula firman Allah kepada Nabi Ibrahim :

"Sesungguhnya aku berlepas diri terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku ...". (QS. Az-Zukhruf: 26-27)

Firman Allah, "Sesungguhnya aku berlepas diri"  ini adalah makna nafyu (peniadaan) dalam rukun pertama. Sedangkan perkataan, "Tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku", adalah makna itsbat (penetapan) pada rukun kedua.

Makna Syahadatain

A. Makna Syahadat Laailahillallaah
Yaitu beri'tikad dn berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah, menaati hal tersebut dan mengamalkannya.

La ilaha menafikan hak penyembahan dari selain Allah, siapa pun orangnya.
Illallah adalah penetapan hak Allah semata untuk disembah.

Jadi makna kalimat ini secara ijmal (global) adalah, "Tidak ada sesembahan yang hak selain Allah".
Khabar La harus ditaqdirkan bihaqqa (yang hak), tidak boleh ditaqdirkan dengan maujuud (ada). Karena ini menyalahi kenyataan yang ada, sebab tuhan yang disembah selain Allah banyak sekali. hal itu akan berarti bahwa menyembah tuhan-tuhan tersebut adalah ibadah pula untuk Allah. Ini tentu kebatilan yang nyata.

Kalimat Laailahaillallaah telah ditafsirkan dengan beberapa penafsiran yang batil, antara lain :

  1. Laailahaillallaah artinya: "Tidak ada sesembahan kecuali Allah.". Ini adalah batil, karena maknanya: Sesungguhnya setiap yang disembah, baik yang hak maupun yang batil, itu adalah Allah.
  2. Laailahaillallaah artinya: "Tidak ada pencipta selain Allah." Ini adalah sebagian dari arti kalimat tersebut. Akan tetapi bukan ini yang dimaksud, karena arti ini hanya mengakui tauhid rububiyah saja, dan itu belum cukup.
  3. Laailahaillallaah artinya: "Tidak ada hakim (penentu hukum) selain Allah." Ini juga bagian dari makna kalimat Laailahaillallaah. Tapi bukan itu yang dimaksud, karena makna tersebut belum cukup.
Semua tafsiran di atas adalah batil atau kurang. Kami peringatkan di sini karena tafsir-tafsir itu ada dalam kitab-kitab yang banyak beredar. Sedangkan tafsir yang benar menurut salaf dan para muhaqqiq (ulama peneliti) Laailahaillallaah tidak ada sesembahan yang hak selain Allah, seperti tersebut diatas.





B. Makna Syahadat Muhammad Rasulullah

Yaitu mengakui secara lahir batin bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan RasulNya yang diutus kepada manusia secara keseluruhan, serta mengamalkan konsekuensinya:
  1. Menaati perintahnya
  2. Membenarkan ucapannya
  3. Menjauhi larangannya
  4. dan tidak menyembah Allah kecuali dengan apa yang disyariatkan

Tauhid

Tauhid adalah meyakini keesaan Allah dalam rububiyah, ikhlas beribadah kepadaNya, serta menetapkan bagiNya nama-nama dan sifat-sifatNya. Dengan demikian, tauhid ada tiga macam : tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah serta tauhid asma' wasifat.

Pertama: Tauhid Rububiyah
Yaitu mengesakan Allah dalam segala perbuatanNya, dengan meyakini bahwa Dia sendiri yang menciptakan segenap makhluk.
- (QS. Az-Zumar: 62)
- (QS. Hud: 6)
- (QS. Ali Imran: 26-27)
- (QS. Luqman: 11)
- (QS. Al-Mulk: 21)
- (QS. Al-A'raf: 54)
- (QS. Al Mu'minun: 86-89)
- (QS. Ibrahim: 10)
- (QS. Al-Isra': 102)
- (QS. An-Naml: 14)
- (QS. Ath-Thur: 35-36)




Kedua: Tauhid Uluhiyah
Uluhiyah adalah ibadah
Yaitu mengesakan Allah dengan perbuatan para hamba berdasarkan niat taqarrub yang disyariatkan seperti doa, nadzar, kurban, raja' (pengharapan), takut, takwakal, raghbah (senang), rahbah (takut) dan inabah (kembali / taubat).

Dan jenis ini adalah inti dakwah para rasul, mulai dari rasul yang pertama hingga yang terakhir.
- (QS. Al-Anbiya': 25)
- (QS. Al-A'raf: 59, 65, 73, 85)
- (QS. Al Ankabut: 16)
- (QS. Az-Zumar: 11)
- (QS. Muhammad: 19)
- (QS. An-Nisa': 48, 116)
- (QS. Al-An'am: 88)
- (QS. Az-Zumar: 65)
- (QS. An-Nisa': 36)
- (QS. Al-An'am: 151)

Baca juga :
::. Makna Syahadatain (Laailaaha illallaah muhammadu rasulullah)
::. Rukun Syahadatain
::. Syarat Syahadat Laailaaha illallaah
::. Syarat Syahadat Muhammad Rasulullah


Ketiga : Tauhid Asma' Wa Sifat
Yaitu beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifatNya, sebagaimana yang diterangkan dalam al Qur'an dan Sunnah RasulNya menurut apa yang pantas bagi Allah, tanpa ta'wil dan ta'thil, tanpa takyif, dan tamtsil.

Ta'thil adalah menghilangkan makna atau sifat Allah
Takyif adalah mempersoalkan hakikata asma' dan sifat Allah dengan bertanya "bagaimana"
Tamtsil adalah menyerupakan Allah denga makhlukNya
- (QS. Asy-Syura: 11)
- (QS. Al-Kahfi: 15)