Hampir semua pemimpin di dunia Islam adalah militer. Mereka memegang kekuasaan dan mengendalikan negara. Dengan cara-cara otoriter dan penuh kekerasan. Menegakkan kekuasaannya dengan bayonet dan laras senjata. Mereka berlaku sebagai despotis. Mereka mengelola negara seperti perusahaan keluarga.
Militer di dunia Islam menjadi penjaga kepentingan Barat. Mereka menjadi perpanjangan tangan Barat. Mereka alat melanggengkan jajajahan Barat terhadap dunia Islam. Militerlah yang secara terus-menerus menjadi garda terdepan dalam menegakkan nilia-nilai dan sistem Barat. Militer menjadi “backbone” (tulang punggung), yang akan melindungi sekulerisme di dunia Islam.
Mereka menjadi pewaris satu-satunya yang berjuang bagi kepentingan Barat. Mereka akan menjunjung tinggi komitmen atas hubungan nilai-nilai sekuler yang dicangkokan terhadap negara, bangsa, dan rakyat di dunia Islam. Mereka bukan pejuang bagi bangsanya. Mereka bukan orang-orang yang dapat dipercaya dapat melindungi kepentingan rakyat dan bangsanya.
Militer dengan tanpa reserve akan terus mengabdi kepada kepentingan Barat selamanya. Mereka sudah “dibaiat” saat sebelum pulang ke tanah air mereka. Para pemimpin militer di dunia Islam, hampir seluruhnya dididikan di lembaga-lembaga militer yang prestisius di Barat. Salah satunya seperti di West Point, di Amerika Serikat. Maka, mereka merupakan “kader-kader”, yang dicetak dan digembleng, dan kemudian menjadi pemimpin di negerinya masing-masing.

